Judul buku: Gloomy Gift
Penyunting: Pratiwi Utami
Penerbit: Bentang Pustaka
Kara dan Zeno saling mengenal selama lebih dari satu tahun. Merasa yakin dengan pasangannya, mereka mantap membawa hubungan cinta ini ke pelaminan. Di satu akhir pekan, Zeno bersama Garin dan Dhewa (ayah dan adiknya), serta kerabat terdekat pergi ke kediaman Kara di Bogor. Mereka mengadakan acara pertunangan.
Sudah lama saya tidak membaca novel action romance modern dengan senjata api (biasanya saya baca novel action dengan pedang dan samurai). Seingat saya, novel sejenis yang pernah saya baca adalah novel terjemahan. Nah baru kali ini saya membaca produksi penulis lokal, Rhein Fathia. Ini adalah novel ke dua karyanya yang saya baca setelah Coupl(ov)e. Di novel sebelumnya, saya tidak kecewa bahkan menyebutnya sebagai novel yang komplit. Coupl(ov)e adalah novel favorit saya. Bagaimana dengan Gloomy Gift?
Well... Saya suka! Saya suka! *Mei-mei mode on*
Rhein seperti biasa, sangat rapi menulis. Ketegangan disuguhkan sejak prolog. Kisah selama dua hari di satu akhir pekan itu sangat seru dibaca dalam novel setebal 280 halaman ini. Tidak ada celah untuk berhenti membaca. Tegang banget..
Para tokoh yang dihadirkan meskipun banyak tapi muncul dalam porsi yang cukup, tak berlebihan. Masing-masing diceritakan bagaimana latar belakang mereka. Rhein begitu runut dan menyebarkannya di bab yang tepat untuk menyimpan informasi berbagai tokoh tersebut. Membuat pembaca mendapat kejutan di setiap akhir bab.
Furky adalah tokoh paling mengejutkan saya. Pantas saja jika karyawannya berkata jika berada di samping Furky menjadi tempat teraman ke dua setelah dalam rahim ibunda (halaman 192).
Saya terkecoh dengan identitas asli si Lupus. Saya mengira si Lupus adalah Draco. Tak disangka jika Lupus adalah... **** (sensor hehehe)
Saya bukan pembaca yang cerewet soal EYD dan sebagainya. Tapi tentunya menyenangkan bila membaca novel yang rapi dalam tata bahasa. Rhein salah satunya. Sejak membaca Gloomy Gift di Wattpad, saya tidak menemukan kesalahan tulis. Malah dua bab pertama novel ini tidak berbeda dari versi Wattpad.
Ketegangan diciptakan Rhein sambil berteka-teki. Pembaca dibuat sibuk dengan mencari tahu siapakah musuh Zeno sebenarnya. Aksi kelahi Zeno dan musuh utamanya di sebuah gedung yang belum jadi begitu mendebarkan. Mungkin Rhein sering menonton film action untuk mendapat gambaran seru ini. Dan setahu saya, Rhein juga ikut kelas menembak sebagai riset novelnya. Cool!
Sisi romantis Rhein tetap hadir di tengah ketegangan. Terasa sekali rasa sayang Zeno pada Kara dan begitu juga sebaliknya. Tak lupa ia juga menyematkan lelucon di dalamnya. Yang paling membuat saya tertawa adalah permainan senter di rumah Belanda. Konyol tapi romantis. Hihi..
Mungkin jika harus ada kekurangannya, Gloomy Gift tidak bertabur kalimat indah penuh makna seperti Coupl(ov)e. Tapi karena genre novelnya berbeda, tentu yang ditawarkan Rhein pun berbeda. Meski begitu, ada kalimat perenungan yang penting dalam novel ini;




